
Air mata tak dapat ditahan lagi.
Merintih dia kepada lelaki itu mengharapkan dia tidak ditinggalkan seorang diri. Dia bimbang yang amat sangat. Melihatkan pasir dan batu di sekelilingnya, bagaimana mungkin dia dapat hidup di tempat yang kering kontang dan begitu asing seperti itu.
“Adakah ini perintah tuhan-Mu?” Tanya Hajar.
“Ya”. Pendek dan lesu jawapan Nabi Ibrahim.
Nabi Ibrahim berkata kepada Hajar, “bertawakkallah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya, percayalah kepada kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya. Dialah yang memerintah aku membawa kamu ke sini dan Dialah yang akan melindungimu dan menyertaimu di tempat yang sunyi ini. Sesungguhnya kalau bukan perintah dan wahyu-Nya, tidak sesekali aku tergamak meninggalkan kamu di sini seorang diri bersama puteraku yang sangat kucintai ini. Percayalah wahai Hajar bahwa Allah Yang Maha Kuasa tidak akan melantarkan kamu berdua tanpa perlindungan-Nya. Rahmat dan barakah-Nya akan tetap turun di atas kamu untuk selamanya, insya-Allah.” Continue reading →